Kerajinan Anyaman

Beranda / Layanan / Kerajinan Anyaman










Sekolah Alam Medan  menyasar ABK dengan usia remaja yaitu 12 - 20 tahun seperti penyandang  autis, down-syndrome, dyslexia, hingga terlambat kognitif.
Berbeda dari sekolah umumnya, Sekolah Alam Medan  menangani anak yang "berbeda" dengan berbagai usia.
Silabus pun khusus disusun untuk tiap anak mengikuti kemampuan mereka.

Dari segi ekonomi telah terjadi peningkatan pendapatan bagi Sekolah Alam Medan, dan yang terpenting adalah secara psikologis terjadi perubahan sikap masyarakat untuk dapat lebih menerima keberadaan ABK dikarenakan persepsi sebagai beban masyarakat sudah hilang. Dari segi lingkungan, terjadi pengurangan perusakan lingkungan khususnya penumpukan sampah.

Selain dari kegiatan usaha daur ulang sampah, kegiatan sekolah alam ini juga memberikan pendidikan keterampilan lain untuk anak-anak didiknya, antara lain: belajar memasak, seni musik, pelatihan pengetikan, dan pendidikan olahraga. Dalam sehari, Sekolah Alam Medan membagi kegiatannya ke dalam 6 sesi belajar dan 2 sesi olahraga. Di dua bulan pertama, para tenaga pengajar mempelajari minat siswa mereka. Setelah berhasil memetakan minat, barulah mereka menyesuaikan program belajar yang sesuai dengan kegemarannya. Beberapa kegiatan yang paling diminati siswa Sekolah Alam Medan antara lain bermusik, komputasi, dan berkebun.

Dampak dari usaha  adalah tumbuhnya keterampilan ABK dalam berkreasi mengolah sampah sehingga dapat menjadi barang yang memiliki nilai lebih. Ia berharap usaha ini dapat dijadikan model percontohan bagi , khususnya pemberdayaan komunitas ABK dan sejalan dengan pencanangan kota Medan sebagai kota ramah anak.

Dengan adanya keterampilan yang dimiliki oleh para ABK, suatu saat nanti pemerintah dan swasta mampu membuka lapangan pekerjaan untuk mereka yang mempunyai keterbatasan dan berkebutuhan khusus.